Warga memotret debu vulkanik Gunung Barujari yang menyembur di balik puncak Gunung Rinjani dari Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, 5 November 2015. Menurut Pos Pengamatan Gunung Rinjani aktivitas erupsi Gunung Barujari terus mengalami peningkatan dengan ketinggian letusan 2.000 meter di atas kawah Barujari. ANTARA/Ahmad Subaidi
Mataram - Para pelaku pariwisata Lombok Sumbawa bertemu 100 agen perjalanan Australia di Melbourne, Selasa 1 Desember 2015. Mereka terlibat misi promosi Kementerian Pariwisata bersama Badan Promosi Pariwisata Indonesia. Di sana, mereka menghadirkan potensi akomodasi hotel berbintang yang tersebar di kawasan wisata Senggigi Lombok Barat dan Mandalika Lombok Tengah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Moh Faozal menyatakan masyarakat Melbourne Australia sangat meminati pilihan akomodasi hotel berbintang, bahkan hotel boutique, sebagai pilihan berliburnya. "Kami tidak menyia-nyiakan potensi ini," kata Faozal melalui rilisnya, Rabu 2 Desember 2015.
Misi promosi Kementerian Pariwisata yang dipimpin oleh Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia, Vincent Jemadu, ini memperoleh respon positif dari Director of Kainus A PTY.LTD Melbourne Sita Ismet.
Menurut Sita, Lombok sangat potensial sebagai tempat wisata yang bisa cocok untuk semua market pasar, family, honeymoon, couple, dan juga bisa untuk bisnis meeting. "Lombok bisa menjadi salah satu destinasi kunjungan utama setelah Bali,"ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik NTB Wahyudin menyebutkan ada 53 hotel berbintang yang memiliki 3.546 kamar di NTB. Wisatawan asing yang terbang langsung ke Lombok jumlahnya 7.419 orang – tidak termasuk yang datang melalui Bandar Udara Ngurah Rai Bali atau Bandar Udara Soekarno – Hatta.
Pada Oktober 2015 lalu, turis yang berasal dari Australia langsung mendarat di Bandar Udara Internasional Lombok sebanyak 119 orang.
Kalau dilihat dari hunian kamar hotel berbintang, jumlah wisatawan asing ke Lombok mencapai 12.349 orang (20,47 persen) dan wisatawan dalam negeri 47.967 orang (79,53 persen). Secara umum, rata-rata lama menginap (RLM) tamu asing mencapai 2,40 hari sedangkan RLM tamu dalam negeri selama 1,96 hari. "Lebih tinggi RLM tamu asing dibandingkan tamu dalam negeri," ucapnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Moh Faozal menyatakan masyarakat Melbourne Australia sangat meminati pilihan akomodasi hotel berbintang, bahkan hotel boutique, sebagai pilihan berliburnya. "Kami tidak menyia-nyiakan potensi ini," kata Faozal melalui rilisnya, Rabu 2 Desember 2015.
Misi promosi Kementerian Pariwisata yang dipimpin oleh Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia, Vincent Jemadu, ini memperoleh respon positif dari Director of Kainus A PTY.LTD Melbourne Sita Ismet.
Menurut Sita, Lombok sangat potensial sebagai tempat wisata yang bisa cocok untuk semua market pasar, family, honeymoon, couple, dan juga bisa untuk bisnis meeting. "Lombok bisa menjadi salah satu destinasi kunjungan utama setelah Bali,"ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik NTB Wahyudin menyebutkan ada 53 hotel berbintang yang memiliki 3.546 kamar di NTB. Wisatawan asing yang terbang langsung ke Lombok jumlahnya 7.419 orang – tidak termasuk yang datang melalui Bandar Udara Ngurah Rai Bali atau Bandar Udara Soekarno – Hatta.
Pada Oktober 2015 lalu, turis yang berasal dari Australia langsung mendarat di Bandar Udara Internasional Lombok sebanyak 119 orang.
Kalau dilihat dari hunian kamar hotel berbintang, jumlah wisatawan asing ke Lombok mencapai 12.349 orang (20,47 persen) dan wisatawan dalam negeri 47.967 orang (79,53 persen). Secara umum, rata-rata lama menginap (RLM) tamu asing mencapai 2,40 hari sedangkan RLM tamu dalam negeri selama 1,96 hari. "Lebih tinggi RLM tamu asing dibandingkan tamu dalam negeri," ucapnya.